Penyelenggaraan job fair oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi, seperti "Bekasi Pasti Kerja Expo 2025", bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran yang mencapai 8,81% atau sekitar 142 ribu orang. Namun, efektivitas program ini masih dipertanyakan.Pojok Bekasi - Informasi Harian Bekasi+4KBEonline.id+4Bekasikab+4
Tantangan dalam Pelaksanaan Job Fair
-
Keterbatasan Sosialisasi dan Aksesibilitas
Banyak pencari kerja, terutama di daerah pelosok seperti Muaragembong, menghadapi kesulitan untuk menghadiri job fair yang biasanya diadakan di pusat kota seperti Cikarang Timur. Hal ini disebabkan oleh biaya transportasi dan keterbatasan akses informasi. Selain itu, sebagian masyarakat masih gagap teknologi, sehingga sulit mengakses informasi lowongan kerja secara daring. -
Ketidakseimbangan antara Lowongan dan Pencari Kerja
Evaluasi menunjukkan bahwa job fair belum efektif dalam menurunkan angka pengangguran karena tidak seimbangnya antara jumlah lowongan yang tersedia dengan jumlah pencari kerja. Selain itu, kurangnya sosialisasi informasi menyebabkan banyak pencari kerja tidak mengetahui adanya job fair. -
Koordinasi dan Persiapan yang Kurang Matang
Pernah terjadi penundaan job fair di Lotte Grosir Cikarang Utara karena persiapan yang belum matang, sehingga menyebabkan kekecewaan di kalangan pencari kerja yang sudah datang ke lokasi.
Usulan Perbaikan
-
Penyelenggaraan Job Fair per Daerah Pemilihan (Dapil)
Ketua Exco Partai Buruh Jawa Barat, Suparno, mengusulkan agar job fair diselenggarakan di setiap dapil untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat dan mengurangi biaya transportasi bagi pencari kerja. -
Kolaborasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)
Belajar dari Kabupaten Badung, yang menghentikan penyelenggaraan job fair karena dinilai tidak efektif, Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan LPK dalam memberikan pelatihan kepada pencari kerja sebelum mereka disalurkan ke industri. -
Penguatan Kerja Sama dengan Perusahaan
Disnaker Kabupaten Bekasi berencana membentuk nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan-perusahaan untuk memperkuat landasan hukum dalam mendorong perusahaan mengutamakan tenaga kerja lokal.
Kesimpulan
Meskipun job fair merupakan upaya konkret Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menekan angka pengangguran, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan yang lebih inklusif dan kolaboratif. Dengan memperhatikan tantangan yang ada dan mengimplementasikan usulan perbaikan, diharapkan program ini dapat lebih efektif dalam menyerap tenaga kerja lokal.jembranaexpress.jawapos.com+1KBEonline.id+1
Anda bilang:
ChatGPT bilang:
Ya, benar. Dalam beberapa penyelenggaraan job fair di Kota Bekasi, jumlah pencari kerja yang hadir sering kali melebihi jumlah lowongan yang tersedia.
Misalnya, pada Job Fair 2023 yang diselenggarakan di Stadion Patriot Chandrabhaga, tersedia sekitar 3.749 lowongan kerja dari 34 perusahaan. Namun, jumlah pencari kerja yang mendaftar mencapai sekitar 7.500 orang, menunjukkan ketidakseimbangan antara jumlah lowongan dan jumlah pelamar .IDN Times+2Infobekasi+2Bekasi Kinian - Bekasi Kini dan Nanti+2
Demikian pula, pada Job Fair yang direncanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi pada Mei 2025, tersedia lebih dari 600 posisi lowongan kerja dari sekitar 43 perusahaan. Meskipun data jumlah peserta belum tersedia, berdasarkan pengalaman sebelumnya, kemungkinan besar jumlah pencari kerja yang hadir akan melebihi jumlah lowongan yang ditawarkan .Elshinta
Ketidakseimbangan ini menunjukkan bahwa meskipun job fair merupakan upaya positif untuk mengurangi pengangguran, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan. Langkah-langkah seperti meningkatkan jumlah perusahaan peserta, memperluas jangkauan informasi, dan menyediakan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja dapat membantu meningkatkan keberhasilan program ini.


